Jika Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990.
Maka disini aku akan mengubahnya menjadi Dilan, adalah Novel Pertama Ku.
Novel ? Yaa, biasanya emang melekat
sama cewek2 sih, apalagi kalau ceritanya tentang percintaan, cowok yang
romantis, dan berujung happy ending. Pasti cewek-cewek pada bilang "aaa
baper" atau gak "unch bgt".
Tapi novel gak begitu melekat dengan ku yg
udah kepala 2 ini, karna selama ini aku belum pernah yang namanya baca novel.
Mau sebagus apapun novelnya, atau se hitz apapun, sumpah demi apa aku gak
peduli. Yang aku peduliin cuma HP ku dan medsos ku haha.
Jujur, sempat iri sih ngeliat teman-teman
cewek yg hobinya baca novel, hampir tiap bulan ke Gramedia dan beli novel yang
terbaru. Dan aku malah mikir, kok mau bgt sih beli novel, padahal cuma buat
dibaca sekali gitu aja. Hm para pecinta novel pasti punya alasan tersendiri.
Daaaaan pada akhirnya aku menyentuh novel
juga. Yaelah nyentuh haha, nyentuh mah udah sering, tapi ngebaca novel ini ni
kali pertama aku. Awalnya sih karena aku suka banget pantengin timeline line,
terus ada akun yg sering bgt ngepost tentang Dilan. Kira-kira bunyi quotes
Dilan tu kayak gini nih "Biar aku saja yg rindu, kamu jangan, ini
berat" atau "Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintai mu. Enggak
tahu kalau sore, tunggu aja" atau ini deh "Tujuan pacaran adalah
untuk putus, dan yang lain. Bisa karena berpisah, bisa karena menikah".
Yaa gak tau kenapa sih suka aja sama kata-katanya.
Karna qoutes yang di post sama akun itu
diambil dari novel, yaa aku langsung penasaran dong sama ceritanya, sama siapa
itu Dilan, kenapa dia bisa keluarin kata-kata yang menurut aku sering ngenak
bgt, siapa cewek yang sering digambarkan berdua sama dia dalam setiap postan
quotesnya, dan masih banyak lagi yg bikin aku penasaran.
Akhirnya aku tanya deh ke teman kelas ku
siapa yg punya novel Dilan, ternyata novel itu jadi novel pemda haha digilir
gitu, dari satu tangan ke tangan yang lain, banyak yang minjam juga. Aslinya
itu punya teman aku yang namanya Maisarah, nah dia ni yang aku maksud, yang
juga salah satu gadis pecinta novel dan tiap bulan wajib beli novel baru.
Sebenarnya aku pernah dikasih Maisarah
sebuah novel yg aku lupa judulnya, katanya coba baca dulu manatau jadi suka
novel, dan yaudah deh aku ambil novel yang dia kasih. Tapi maaf sar, aku cuma
narok novel itu di rak buku aku hehe karena sama sekali gak ada niat
ngebacanya, dan berbulan-bulan novel itu ada sama aku sampai akhirnya aku
kembaliin lagi ke Maisarah, sambil bilang "gak juga ada ku baca Sar
hehe"
Ok setelah novel Dilan itu udah ditangan
aku, aku pun gak langsung baca. Yaa karna emang dasarnya gak suka membaca kali
ya, sampai novel itu cuma aku anggurin di atas kasur semingguan. Dan tiap
ngeliat novel itu hati selalu bilang "kapan yaa mau dibaca, apa gunanya
minjem novel ni kalau cuma buat pajangan di kasur."
Nah tepatnya sabtu kemarin, finally AKU
BACA NOVEL juga huahaha. Jadi ceritanya aku lagi nunggu telefon dari seseorang
*cielah, sejam dua jam gak ada tanda-tanda dia ngehubungi. Yaudah, daripada
mono nungguin, aku baca ajadeh Dilannya. Aku suka bgt, novelnya bikin aku
ketawa manja tiap ngelihat tingkah si Dilan, kalau masih ada cowok kayak gini
di zaman sekarang boleh kali yaa sisain satu buat aku hm.
Dari ceritanya, kayaknya si Milea ni cewek
yang cantiknya super duper bgt deh, cowok-cowok pada suka sama dia, mulai dari
gurunya, temannya, sahabatnya, bahkan sepupunya, tapi yang Milea cinta dan
rindu cuma Dilan lah yaa. Banyak juga yang muji Milea cantik, termasuk bundanya
Dilan. Aku jadi penasaran dengan wajah Milea aslinya seperti apa, tapi nanti
akan kutemui melalui mbah Google hehe dia pasti tau segalanya, dia cuma
gak tau gimana isi hati aku *eh
Halaman per halaman pun aku baca, ternyata
baca novel itu asik juga. Kita jadi bisa berimajinasi ngegambarin suasana yang
ada di dalam cerita, dan kita juga ikut larut dalam suasana tersebut. Gak butuh
waktu berhari-hari bagi aku buat namatin satu buku (karna mengingat aku masih
pemula). Yaa dari jam 3 an - 10 malam deh, tapi aku bacanya emang
berhenti-henti gitu, soalnya juga ngelakuin hal yang lain. Jadi gak sekaligus
ataupun borongan, kayak ngejar deadline aja wkwk.
Aku selalu ketawa kalau Dilan udah
telfonan sama bibinya Milea, atau gak kalau Dilan lagi ceritain Milea ke
bundanya, yg katanya Milea suka makan lumba-lumba lah, punya monyet lah, dll.
Tapi aku paling suka saat Dilan berbicara dengan Milea, semua perkataan mereka
aku suka, apalagi kalau sedang diatas motor dengan pelukan Milea kepada Dilan.
Cara Dilan ke Milea memang lain dari yang
lain, dia gak banyak omong deh. Lebih langsung ke actionnya aja, kalaupun
banyak ngomong yaa, ngomongnya pasti ngaur. Tapi itu yang bikin Milea selalu
ketawa, dia selalu bisa menghubur Milea. Ya, aku suka. Aku suka.
Nah setelah tamat baca Dilan yang pertama,
aku penasaran banget sama endingnya. Gimana hubungan mereka setelah tamat SMA,
dan apakah Dilan berjodoh dengan Milea. Kalau aku tanya ke teman-teman pasti
mereka pada bilang "hmm rahasia, baca aja kelanjutannya" ok deh
ok, aku lanjut baca Dilan bagian 2 nya. Novelnya baru aku dapetin hari ini sih,
dan sekarang aku lagi di atas kasur bersama novelnya. Seperti biasa, lagi
ngumpulin niat buat ngebacanya haha.
Dan hai...
Blog ini sengaja aku edit untuk
menambahkan cerita ku tentang novel Dilan. Karna kalau bikin yang baru rasanya
tidak akan sesemangat pertama kali aku menulisakan tentang Dilan di Blog ku.
Kenapa ? Karena aku sudah menamatkan Dilan
2 dan disusul dengan Milea, sebagai pelengkap cerita untuk menjawab semua rasa
penasaran ku, ya benar bahwa novel ini mampu membuat orang yang malas
membaca jadi mau membaca. Jujur, aku kecewa dengan endingnya, bahkan sebelum
ending, saat aku membaca Dilan 2. Kalian tau disana mereka putus ? Aku yang
kesal dan kecewa karna Milea bilang putus ke Dilan, tapi Dilannya diam aja,
katanya sayang, katanya mau ngelindungi dan katanya, ah sudahlah saat itu aku
berpikir kalau cowok itu sama aja yaa, pada bulshit aja dengan kata-katanya.
Setelah menamatkan Dilan 2, besoknya aku
mau mengembalikan novel itu pada Maisarah, dan aku bilang kalau aku kesal
membacanya. Dan teman ku Nana mengatakan, untuk membaca novel Milea setelah itu
karna disana kamu akan tau bagaimana yang sebenarnya. Semua ini adalah kesalah
pahaman.
Lalu otak ku ikut berpikir saat Nana
mengatakan itu, "iya ya, rasanya Dilan memang sayang bahkan sayaaang
sekali dengan Milea, pasti ada alasan mengapa saat Milea minta putus dia hanya
diam dan mau saja, bahkan gak ada usaha untuk kembali" "Ok Na",
kata ku, "besok bawak Mileanya yaa" sebenarnya aku mau minjam sama
Maisarah, tapi aku gak tau apa dia punya yg Mileanya. Nah kalau Nana dia cuma
punya Milea, hadiah dari gebetannya gitu sih.
Ini karena udah penasaran stadium 4, gak
butuh waktu lama buat ngumpulin niat ngebaca yang Milea. Kalau milea ini adalah
suara hati dari Dilan, dari cara pandangnya Dilan dan sekaligus untuk
melengkapi Novel Dilan 1 dan 2 yang itu diceritakan oleh Milea. Malam sepulang
kuliah langsung aku baca, kalau dari kata-kata dan ceritanya emang gak
semenarik yang Novel Dilan sih. Tapi sayangnya aku gak bisa namatin 1 buku
novel di malam itu, karena hari itu aku kuliah full dari pagi dan baru tiba di
rumah saat maghrib, aku capek dan mulai mengantuk. Yasudah aku tandai sampai
mana aku membacanya dan akan melanjutkannya besok pagi.
Ya, sudah pagi. Setelah solat subuh aku
langsung mengambil Milea untuk melanjutkan ceritanya, jujur di Milea ini aku
hanya mencari intinya saja kenapa Dilan diam saja saat diputuskan. Tapi gak
mungkin juga aku cuma baca itu, harus aku baca dulu tentang Dilan yg
mengenalkan teman-temannya, tentang dia ke Yogya, ataupun tentang awal mulanya
ke kedai kang Ewok. Dan ini yang aku tunggu-tunggu, tibalah dimana semua
pertanyaan ku terjawab. Banyak kesalah pahaman yang terjadi, bertahun-tahun
mereka terpisah, bahkan saat mereka sudah mempunya pasangan masing-masing pun
mereka masih saling rindu.
Bagi yang belum tau ceritanya pasti
penasaran dengan apa kesalah pahaman yang aku maksud. Haha makanya baca deh,
intinya sih emang karena pihak cowok itu gengsian, dan kodrat cewek yang hanya
bisa menunggu. Nah kalau udah kayak gitu siapa yang bakal mulai duluan ? kapan
bisa ketemunya ? Dan kapan bisa nyatunya ? Banyak juga loh di zaman sekarang
yang ngalamin kayak gitu, termasuk....
Dan sampai sekarang masih sedih aja
ngingat ceritanya, andai dulu Dilan gak nganggap kalau Milea udah punya pacar
yang namanya Burhan, Dilan tau dari piyan (sahabat Dilan) karena sering
mengantar Milea pulang. Atau andai aja bercandaan Dilan ke Piyan kalau Dilan
udh punya pacar baru gak disampaiin Piyan ke Milea, yang nyatanya Dilan dan
Milea masih sama-sama sendiri belum punya pacar saat itu, dan sebenarnya mereka
masih saling rindu. Dan andaikan semua itu gak terjadi, pasti deh salah satu
dari mereka gak ada yg enggan buat ngehubungi duluan, ngungkapin duluan, dan
bisa saja sekarang mereka masih bersama.
Tapi apa daya
Milea kini sudah berkeluarga, yg mungkin sama mas Hardi, seniornya saat kuliah.
Lalu bagaimana Dilan ? Apa dia juga sudah berkeluarga ? Dengan Cika, gadis SMA
yang dipacarainya saat dia kuliah. Ntahlah, aku masih mempertanyakan hal itu,
dan tidak tau dimana bisa nemuin jawabannya. Karena gak ada Dilan 3, 4, 5
ataupun Milea 2, 3, 4 sebagai pelengkap cerita yg menjawab segala pertanyaan
ku.
Yaa walaupun
akhirnya kalian gak bersama, setidaknya aku mau ngucapin terima kasih. Terima
kasih bisa membuat aku yg pemalas membaca ini menjadi mau membaca novel, tentu
karena ceritanya pun juga bagus, kalau gak yaa gak mungkin aku mau melanjutkan.
Dan semoga aku akan terus membaca novel dengan judul-judul lainnya hehe.
Makasi Dilan dan Milea, makasi udah
berbagi kisah mengenai percintaan kalian dimasa putih abu-abu, dimana masa-masa
SMA memanglah yg paling indah, dan
Dilan.. Aku rindu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar