Senin, 28 November 2016

Dilan, adalah Novel Pertama Ku

Jika Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990. Maka disini aku akan mengubahnya menjadi Dilan, adalah Novel Pertama Ku.

Novel ? Yaa, biasanya emang melekat sama cewek2 sih, apalagi kalau ceritanya tentang percintaan,  cowok yang romantis, dan berujung happy ending. Pasti cewek-cewek pada bilang "aaa baper" atau gak "unch bgt".
Tapi novel gak begitu melekat dengan ku yg udah kepala 2 ini, karna selama ini aku belum pernah yang namanya baca novel. Mau sebagus apapun novelnya, atau se hitz apapun, sumpah demi apa aku gak peduli. Yang aku peduliin cuma HP ku dan medsos ku haha.
Jujur, sempat iri sih ngeliat teman-teman cewek yg hobinya baca novel, hampir tiap bulan ke Gramedia dan beli novel yang terbaru. Dan aku malah mikir, kok mau bgt sih beli novel, padahal cuma buat dibaca sekali gitu aja. Hm para pecinta novel pasti punya alasan tersendiri.
Daaaaan pada akhirnya aku menyentuh novel juga. Yaelah nyentuh haha, nyentuh mah udah sering, tapi ngebaca novel ini ni kali pertama aku. Awalnya sih karena aku suka banget pantengin timeline line, terus ada akun yg sering bgt ngepost tentang Dilan. Kira-kira bunyi quotes Dilan tu kayak gini nih "Biar aku saja yg rindu, kamu jangan, ini berat" atau "Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintai mu. Enggak tahu kalau sore, tunggu aja" atau ini deh "Tujuan pacaran adalah untuk putus, dan yang lain. Bisa karena berpisah, bisa karena menikah". Yaa gak tau kenapa sih suka aja sama kata-katanya.
Karna qoutes yang di post sama akun itu diambil dari novel, yaa aku langsung penasaran dong sama ceritanya, sama siapa itu Dilan, kenapa dia bisa keluarin kata-kata yang menurut aku sering ngenak bgt, siapa cewek yang sering digambarkan berdua sama dia dalam setiap postan quotesnya, dan masih banyak lagi yg bikin aku penasaran.
Akhirnya aku tanya deh ke teman kelas ku siapa yg punya novel Dilan, ternyata novel itu jadi novel pemda haha digilir gitu, dari satu tangan ke tangan yang lain, banyak yang minjam juga. Aslinya itu punya teman aku yang namanya Maisarah, nah dia ni yang aku maksud, yang juga salah satu gadis pecinta novel dan tiap bulan wajib beli novel baru. 
Sebenarnya aku pernah dikasih Maisarah sebuah novel yg aku lupa judulnya, katanya coba baca dulu manatau jadi suka novel, dan yaudah deh aku ambil novel yang dia kasih. Tapi maaf sar, aku cuma narok novel itu di rak buku aku hehe karena sama sekali gak ada niat ngebacanya, dan berbulan-bulan novel itu ada sama aku sampai akhirnya aku kembaliin lagi ke Maisarah, sambil bilang "gak juga ada ku baca Sar hehe"
Ok setelah novel Dilan itu udah ditangan aku, aku pun gak langsung baca. Yaa karna emang dasarnya gak suka membaca kali ya, sampai novel itu cuma aku anggurin di atas kasur semingguan. Dan tiap ngeliat novel itu hati selalu bilang "kapan yaa mau dibaca, apa gunanya minjem novel ni kalau cuma buat pajangan di kasur." 
Nah tepatnya sabtu kemarin, finally AKU BACA NOVEL juga huahaha. Jadi ceritanya aku lagi nunggu telefon dari seseorang *cielah, sejam dua jam gak ada tanda-tanda dia ngehubungi. Yaudah, daripada mono nungguin, aku baca ajadeh Dilannya. Aku suka bgt, novelnya bikin aku ketawa manja tiap ngelihat tingkah si Dilan, kalau masih ada cowok kayak gini di zaman sekarang boleh kali yaa sisain satu buat aku hm.
Dari ceritanya, kayaknya si Milea ni cewek yang cantiknya super duper bgt deh, cowok-cowok pada suka sama dia, mulai dari gurunya, temannya, sahabatnya, bahkan sepupunya, tapi yang Milea cinta dan rindu cuma Dilan lah yaa. Banyak juga yang muji Milea cantik, termasuk bundanya Dilan. Aku jadi penasaran dengan wajah Milea aslinya seperti apa, tapi nanti akan kutemui melalui mbah Google hehe dia pasti tau segalanya,  dia cuma gak tau gimana isi hati aku *eh
Halaman per halaman pun aku baca, ternyata baca novel itu asik juga. Kita jadi bisa berimajinasi ngegambarin suasana yang ada di dalam cerita, dan kita juga ikut larut dalam suasana tersebut. Gak butuh waktu berhari-hari bagi aku buat namatin satu buku (karna mengingat aku masih pemula). Yaa dari jam 3 an - 10 malam deh, tapi aku bacanya emang berhenti-henti gitu, soalnya juga ngelakuin hal yang lain. Jadi gak sekaligus ataupun borongan, kayak ngejar deadline aja wkwk.
Aku selalu ketawa kalau Dilan udah telfonan sama bibinya Milea, atau gak kalau Dilan lagi ceritain Milea ke bundanya, yg katanya Milea suka makan lumba-lumba lah, punya monyet lah, dll. Tapi aku paling suka saat Dilan berbicara dengan Milea, semua perkataan mereka aku suka, apalagi kalau sedang diatas motor dengan pelukan Milea kepada Dilan.
Cara Dilan ke Milea memang lain dari yang lain, dia gak banyak omong deh. Lebih langsung ke actionnya aja, kalaupun banyak ngomong yaa, ngomongnya pasti ngaur. Tapi itu yang bikin Milea selalu ketawa, dia selalu bisa menghubur Milea. Ya, aku suka. Aku suka.
Nah setelah tamat baca Dilan yang pertama, aku penasaran banget sama endingnya. Gimana hubungan mereka setelah tamat SMA, dan apakah Dilan berjodoh dengan Milea. Kalau aku tanya ke teman-teman pasti  mereka pada bilang "hmm rahasia, baca aja kelanjutannya" ok deh ok, aku lanjut baca Dilan bagian 2 nya. Novelnya baru aku dapetin hari ini sih, dan sekarang aku lagi di atas kasur bersama novelnya. Seperti biasa, lagi ngumpulin niat buat ngebacanya haha.





Dan hai...

Blog ini sengaja aku edit untuk menambahkan cerita ku tentang novel Dilan. Karna kalau bikin yang baru rasanya tidak akan sesemangat pertama kali aku menulisakan tentang Dilan di Blog ku.
Kenapa ? Karena aku sudah menamatkan Dilan 2 dan disusul dengan Milea, sebagai pelengkap cerita untuk menjawab semua rasa penasaran ku, ya benar bahwa novel ini mampu membuat orang yang malas membaca jadi mau membaca. Jujur, aku kecewa dengan endingnya, bahkan sebelum ending, saat aku membaca Dilan 2. Kalian tau disana mereka putus ? Aku yang kesal dan kecewa karna Milea bilang putus ke Dilan, tapi Dilannya diam aja, katanya sayang, katanya mau ngelindungi dan katanya, ah sudahlah saat itu aku berpikir kalau cowok itu sama aja yaa, pada bulshit aja dengan kata-katanya.
Setelah menamatkan Dilan 2, besoknya aku mau mengembalikan novel itu pada Maisarah, dan aku bilang kalau aku kesal membacanya. Dan teman ku Nana mengatakan, untuk membaca novel Milea setelah itu karna disana kamu akan tau bagaimana yang sebenarnya. Semua ini adalah kesalah pahaman. 
Lalu otak ku ikut berpikir saat Nana mengatakan itu, "iya ya, rasanya Dilan memang sayang bahkan sayaaang sekali dengan Milea, pasti ada alasan mengapa saat Milea minta putus dia hanya diam dan mau saja, bahkan gak ada usaha untuk kembali" "Ok Na", kata ku, "besok bawak Mileanya yaa" sebenarnya aku mau minjam sama Maisarah, tapi aku gak tau apa dia punya yg Mileanya. Nah kalau Nana dia cuma punya Milea, hadiah dari gebetannya gitu sih.
Ini karena udah penasaran stadium 4, gak butuh waktu lama buat ngumpulin niat ngebaca yang Milea. Kalau milea ini adalah suara hati dari Dilan, dari cara pandangnya Dilan dan sekaligus untuk melengkapi Novel Dilan 1 dan 2 yang itu diceritakan oleh Milea. Malam sepulang kuliah langsung aku baca, kalau dari kata-kata dan ceritanya emang gak semenarik yang Novel Dilan sih. Tapi sayangnya aku gak bisa namatin 1 buku novel di malam itu, karena hari itu aku kuliah full dari pagi dan baru tiba di rumah saat maghrib, aku capek dan mulai mengantuk. Yasudah aku tandai sampai mana aku membacanya dan akan melanjutkannya besok pagi.
Ya, sudah pagi. Setelah solat subuh aku langsung mengambil Milea untuk melanjutkan ceritanya, jujur di Milea ini aku hanya mencari intinya saja kenapa Dilan diam saja saat diputuskan. Tapi gak mungkin juga aku cuma baca itu, harus aku baca dulu tentang Dilan yg mengenalkan teman-temannya, tentang dia ke Yogya, ataupun tentang awal mulanya ke kedai kang Ewok. Dan ini yang aku tunggu-tunggu, tibalah dimana semua pertanyaan ku terjawab. Banyak kesalah pahaman yang terjadi, bertahun-tahun mereka terpisah, bahkan saat mereka sudah mempunya pasangan masing-masing pun mereka masih saling rindu.
Bagi yang belum tau ceritanya pasti penasaran dengan apa kesalah pahaman yang aku maksud. Haha makanya baca deh, intinya sih emang karena pihak cowok itu gengsian, dan kodrat cewek yang hanya bisa menunggu. Nah kalau udah kayak gitu siapa yang bakal mulai duluan ? kapan bisa ketemunya ? Dan kapan bisa nyatunya ? Banyak juga loh di zaman sekarang yang ngalamin kayak gitu, termasuk....
Dan sampai sekarang masih sedih aja ngingat ceritanya, andai dulu Dilan gak nganggap kalau Milea udah punya pacar yang namanya Burhan, Dilan tau dari piyan (sahabat Dilan) karena sering mengantar Milea pulang. Atau andai aja bercandaan Dilan ke Piyan kalau Dilan udh punya pacar baru gak disampaiin Piyan ke Milea, yang nyatanya Dilan dan Milea masih sama-sama sendiri belum punya pacar saat itu, dan sebenarnya mereka masih saling rindu. Dan andaikan semua itu gak terjadi, pasti deh salah satu dari mereka gak ada yg enggan buat ngehubungi duluan, ngungkapin duluan, dan bisa saja sekarang mereka masih bersama. 
Tapi apa daya Milea kini sudah berkeluarga, yg mungkin sama mas Hardi, seniornya saat kuliah. Lalu bagaimana Dilan ? Apa dia juga sudah berkeluarga ? Dengan Cika, gadis SMA yang dipacarainya saat dia kuliah. Ntahlah, aku masih mempertanyakan hal itu, dan tidak tau dimana bisa nemuin jawabannya. Karena gak ada Dilan 3, 4, 5 ataupun Milea 2, 3, 4 sebagai pelengkap cerita yg menjawab segala pertanyaan ku.
Yaa walaupun akhirnya kalian gak bersama, setidaknya aku mau ngucapin terima kasih. Terima kasih bisa membuat aku yg pemalas membaca ini menjadi mau membaca novel, tentu karena ceritanya pun juga bagus, kalau gak yaa gak mungkin aku mau melanjutkan. Dan semoga aku akan terus membaca novel dengan judul-judul lainnya hehe.

Makasi Dilan dan Milea, makasi udah berbagi kisah mengenai percintaan kalian dimasa putih abu-abu, dimana masa-masa SMA memanglah yg paling indah, dan

Dilan.. Aku rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar