Sabtu, 27 Agustus 2016

Media Cetak, Apakah Bertahan atau Tidak ?






      Nama saya Shania Novita, seorang mahasiswi disalah satu jurusan Ilmu Komunikasi 2014 Universitas Andalas. Dengan NO BP 1410861019 dan dalam blog ini saya akan membahas salah satu pembahasan yang sedang booming di kalangan media maupun jurnalistik, yaitu apakah kedepannya media cetak akan bertahan atau tidak.
Media cetak sebenarnya adalah media yang flexible, karena media yang satu ini dapat digunakan oleh semua kalangan. Walaupun kini pada kenyataannya sebagian besar pengguna media cetak adalah kalangan pria yang sudah berumur diatas 40 tahun. Menurut mereka media cetak yaa tinggal baca saja, tidak perlu diakses melalui internet terlebih dahulu, maklum mereka bukanlah seperti anak muda sekarang, yang selalu mengikuti arus teknologi dan salah satunya adalah internet.

Lalu mengapa media cetak begitu cepat ditinggalkan dan digantikan oleh teknologi internet ?
Ya, mengakses berita atau informasi dari internet dirasa lebih efisien ketimbang media cetak. Kita misalkan saja beberapa menit yg lalu baru saja terjadi gempa bumi di Kepulauan Mentawai dengan kekuatan 5 SR, berita ini sontak dalam hitungan menit akan muncul melalui internet dan tersebar dengan cepat. Beda halnya dengan media cetak yang dimana kita harus menunggu keesokan hari untuk membaca beritanya. Selain hal tersebut, membaca berita atau mencari informasi melalui internet dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan sedang melakukan apa saja hanya dengan mengantongi sebuah smartphone yang berukuran 3-6 inch. Tidak dengan media cetak yg kita harus membawa koran tersebut kemana-mana, membukanya, membaca halaman demi halaman. Melalui smartphone kita tinggal pilih berita apa yang kita butuhkan, dengan mengetiknya lalu menyentuh layarnya  ke kanan dan ke kiri.
Salah satu kelebihan dari teknologi yang ada di internet saat ini juga semua orang  bebas ingin menuliskan apa saja, baik itu berita, wacana, aspirasi rakyat, dll. Mungkin salah satunya adalah blog ini, segala hal mengenai apa saja bisa kita tuliskan lalu kita bagikan. Tanpa harus ada pihak lain yang mensortirnya terlebih dahulu.
Dan apakah media cetak akan bertahan kedepannya atau tidak ? Menurut saya tidak, mungkin yang saya jabarkan diatas hanya sebagia besar alasan mengapa media cetak tidak akan bertahan, walaupun masih ada beberapa kalangan yang masih setia menggunakannya. Tapi cepat atau lambat mereka akan beralih ke sesuatu yg lebih cepat dan efisien. Mungkin media-media cetak yang ada beberapa tahun lagi akan beralih fungsi dan melakukan inovasi baru. Merubah kantor media cetaknya menjadi kantor media online, kantor media yang tetap memproduksi beritamaupun informasi  tapi tidak disajikan melalui media cetak melainkan di internet. Dirasa itu juga akan lebih menghemat biaya seperti bahan baku kertas dan cetakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar